Komoditas.Co.Id

Berita Ekonomi dan Komoditi Pilihan

Wawancara Said Iqbal: Gonjang-Ganjing Karena Presiden Lemah Wawancara Said Iqbal: Gonjang-Ganjing Karena Presiden Lemah
Narasumber: Saiq Iqbal Jabatan : Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Bagaimana pandangan buruh terkait kasus penistaan agama, hiruk pikuk politik di Pilkada? Semua... Wawancara Said Iqbal: Gonjang-Ganjing Karena Presiden Lemah

Narasumber: Saiq Iqbal
Jabatan : Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI)

Bagaimana pandangan buruh terkait kasus penistaan agama, hiruk pikuk politik di Pilkada?
Semua masalah saat ini bermula dari lemahnya kepemimpinan itu sendiri. Presiden tidak bisa mengkonsolidasikan leadership yang dimiliki untuk mendorong kesejahteraan rakyat. Nampaknya posisi presiden sendiri tidak terlalu kuat, sehingga setiap orang, dalam kasus penistaan agama, itu dengan bebas saling melaporkan.

Ditambah lagi, kemudian di media sosial, masyarakat saling fitnah. Masalah itu karena kepemimpinan Presiden yang lemah. Akibatnya, setiap orang menjadi saling benci, dan mudah marah.
Kemudian, kedua, munculnya masalah politik, sosial, hingga ketahanan dan keamanan, itu karena ada kesenjarangan ekonomi di rakyat.. Itu bisa dilihat dari angka gini rasio. Menurut wolrd bank, kini di angka sampai 0,42. Angka itu tinggi sekali. Artinya kesenjangan pendapatan ekonomi di rakyat makin melebar. Bahasa gampangnya sekarang ini yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin.

Jadi, protes aksi-aksi besar seperti bela Islam, kemarin itu juga dipicu kesenjangan?
Itulah yang membuat rakyat mencari pelampiasan. Karena faktor kesenjangan pendapatan tadi. Bagi buruh pun, ini terasa dengan kebijakan upah murah. Di tengah kesenjangan ekonomi, yang kaya makin kaya, kemudian ada kebijakan upah murah, melalui PP Nomor 78 Tahun 2015. Sehingga, sudah upah murah, kesenjangan tinggi, terjadi juga pembiaaran juga tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia.

Secara khusus temen-temen buruh melihat kasus Ahok seperti apa?
Kalau kita, buruh, melihat kasus Ahok, itu mulai dari mayday 1 Mei 2016. Kita sudah minta Ahok itu ditangkap. Bukan karena penistaan agama. Kita minta Ahok ditangkap itu karena ada persoalan upah murah, yang dibarter dengan CSR. Kan, Ahok membarter CSR dengan kebijakan upah murah.

Kemudian juga ada lagi korupi di tiga kasus, RS Sumber Waras, Kasus Lahan di Cengkareng, hingga Kasus Reklamasi. Tapi tidak ada tindakan apapun. Lalu kemudian dengan penistaan agama baru ada tindakan. Sebenarnya tidak perlu itu (kasus penistaan agama). Kami minta Ahok ditangkap karena persoalan lingkungan, di proyek reklamasi, menggusur rakyat kecil, melanggar HAM.

Dari tiga calon di Pilkada, siapa yang paling layak, apakah buruh lebih optimis di banding petahana?
Sampai saat ini buruh tidak punya calon pilihan, setidak-tidaknya KSPI. Silakan saja rakyat menentukan.

Buat buruh tidak ada pilihan yang layak, dari ketiga calon?
Ya enggak juga. Buruh tetap harus memilih, tapi sampai saat ini, buruh belum menentukan mana calon yang akan dipilih. Kami mengikuti perkembangan terus.

Kalau kemudian situasi ekonomi politik tidak berubah, apa yang dilakukan buruh, demo besar-besaran?
Ya itu jadi salah satu pilihan, demo kan hak bereskpresi. Yang pasti kami tetap akan fokus menyuarakan isu kesejahteraan buruh saja.

Epung

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *