Komoditas.Co.Id

Berita Ekonomi dan Komoditi Pilihan

“BKPM Fokus Deregulasi dan Promosi Investasi” “BKPM Fokus Deregulasi dan Promosi Investasi”
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terus gerilya mencari berbagai peluang investasi di sejumlah negara. Misal, BKPM melakukan kunjungan ke 10 provinsi di negeri Tirai... “BKPM Fokus Deregulasi dan Promosi Investasi”

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terus gerilya mencari berbagai peluang investasi di sejumlah negara. Misal, BKPM melakukan kunjungan ke 10 provinsi di negeri Tirai Bambu tersebut agar para investor yang sudah minat segera merealisasikan sekaligus memperluas jaringan pemasaran investasi. Dalam setiap kunjugan, tim Marketing Officer BKPM akan bekerjasama dengan perwakilan RI untuk memfasilitasi minat investasi yang disampaikan oleh investor setiap investor.

Agar investasi kian gencar, BKPM pun menggandeng daerah agar memilih dan menyiapkan potensi investasi yang bisa ditawarkan ke Investor. Selain itu, agar investor kian nyaman, disiapkan berbagai aturan regulasi yang memberikan kemudahan. Tak hanya itu saja, BKPM juga akan tetap fokus pada 10 negara utama investasi di samping menambah target negara baru sebagai bagian dari perluasan pasar investasi.

Hebatnya, agar investasi bisa terkontrol baik, untuk setiap negara negara ini membentuk tim seperti ‘Deputi In Charge, Direktur in Charge, untuk mendorong minat ivestasi, mengawal dari negara itu.

Bagaimana detail perencanaan investasi BKPM selama dua tahun terakhi? Berikut petikan wawancara dengan Deputi Perencanaan Penanaman Modal BKPM Tamba Hutapea

Fokus dalam perencanaan investasi selama dua tahun terakhir ini apa saja dan bagaimana capaiannya?
Dalam menyusun fokus investasi tetap in line dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan juga Nawacita. Jelas, Pak Presiden fokusnya infrastruktur. Kemudian deregulasi. Memang, deregulasi bukan bidang kami, tapi kami ikut mewarnai. Kepala BKPM in line dengan Nawacita memokuskan di lima sektor. Sektor infrastruktur, kemudian hilirisasi pertanian, dan juga mendorong pangan. Seperti perkebunan tebu. Yang ketiga, sektor industri, fokus di industri yang substitusi impor.

Kami mendorong oil refinery terus mendorong bahan baku farmasi. Kedua orientasi ekspor. Kita perkuat ini. Industri yang berpotensi meningkatkan ekspor. Ketiga, industri value added. Artinya, kami in line di hilirisasi minerba, produk mineral. Kami dorong. Kemudian industri lain juga, mendukung industri maritim. Ini kan in line semua dengan Nawacita. Terakhir, pariwisata menjadi fokus kita juga.

Dan, in line dengan pariwisata ini yakni dengan pengembangan kawasan. Entah kawasan ekonomi khusus maupun kawasan industri. Kawasan ekonomi khusus ada untuk industri ada untuk pariwisata. Jadi, itu fokus kita di dua tahun terkahir ini.

Infrastruktur terus digenjot menjadi primadona, ada beberapa kendala koordinasi?
Jadi, fungsi BKPM ini kan ada dua yang utama. Di promosinya, supaya ada dikenal diketahui investor. Kedua, fungsi pelayanan perizinan dan non perizinannya. Walaupun ada juga dari Pak Kepala BKPM jangan hanya sampai di situ tapi juga sampai pada realisasinya, memfasilitasi. Ketiga ini menjadi fungsi BKPM, fungsi menyusun kebijakannya ada di Kementerian masing-masing bukan di BKPM. Dari sisi fungsi promosi itu kami meminta informasi yang ditel mengenai proyek proyek infrastrktur ini agar kami bisa menyampaikan kepada para investor. Setelah mengetaui informasi ini bisa menghitung melihat apakah ini menarik atau tidak. Menarik dalam arti memberi keuntungan jangka panjang atau tidak. Sehingga dikembalikan investasinya dengan skema yang ditawarkan oleh si penanggung jawab proyek. Itu strategi kita dalam mendorong proyek infrasktur yang ditawarkan oleh Kementerian Perhubungan, Kementerian ESDM, Kementeria PU Pera dan Kominfo, dan Kementerian lain yang memiliki proyek infrastruktur.

Termasuk juga yang ditawarkan oleh daerah. Kan, daerah juga punya proyek infrastruktur yang ditawarkan kepada investor. Baik dalam negeri maupun luar negeri. Apa saja itu detil bagaimana, kemudian kami kemas. Kami sebut sebagai proyek yang ready to offer.

Untuk infrastuktur masih terkonsentrasi di Jawa, bagaimana sekarang?
Oh tidak, sekarang luar Jawa juga sudah ada banyak infrastruktur.

Lalu, bagaimana agar lebih merata lagi?
Contoh misalnya kita selalu memberikan informasi kepada Kementerian Teknis yang bertanggungawab di bidang infrastruktur seperti jalan. Kemudian juga energi, kemudian pelabuhan, kita sampaikan di daerah ini ada rencana, kami buka informasi ini. Katakan misal dengan Kementerian Perindustrian atau kantor Menko Perekonomian yang punya informasi mengenai Kawasan Ekonomi Khusus dan Kemenperin yang punya rencana pengembangan industri. Kami pun tahu akan dibuka dimana saja kawasan industrinya. Kan, tanpa dukungan listrik memadai tidak mungkin ini ada industri masuk ke kawasan. Jadi kami selalu mencoba menyatukan persepsi baik dengan aparatur di daerah bahwa tanpa infrastruktur memadai akan susah investor untuk masuk ke sana. Kita harus satu bahasa. Jangan membiarkan investor itu membangun seluruh infrastruktur untuk kebutuhan industrinya. Kita yang menyiapkan memikirkan, harus ada tahap rentetan upaya pembangunan infrastrktur agar investor bisa masuk ke daerah kita.

Sekarang ini infrastrktur apa saja yang sedang diminati sekali oleh investor?
Kalau diminti investor jelas listrik, itu sangat jelas karena off taker-nya yaitu PLN. Kemudian jalan tol, karena ada user yang membayar tarif tol. Coba pelabuhan bagaimana skema bisnisnya? Ini yang kita selalu kami minta ke Kementerian Perhubungan agar dibuat lebih gampang agar dipahami oleh para investor. Infrastruktur telekomunikasi juga jelas diminati karena ada biaya sewa. Itu yang diminati. Air minum juga diminati juga. Diminati investor karena jelas ada tarif air minum. Maka, kami minta ke PAM itu bagaimana skema bisnisnya, tarif perhitungan bagaimana, konsesinya bagaimana, berapa lama, apakah ada batasan tertentu. Kalau dibatasi, dengan dibandingkan tarif ini tentu tidak menarik.

Dari sektor sektor tadi , negara mana saja yang benar-benar tertarik?
Kalau listrik hampir seluruh negara yang punya pengalaman membangun listrik, Amerika tertarik. Spanyol, Portugal, tertarik itu. Dari Asean ada Jepang, Korea, China bahkan Malaysia ada juga minat mereka investasi di sektor listrik. India Rusia juga tertarik.

Tadi ada tamu apakah juga bicara untuk investasi ?
Rencana infrastruktur juga karena dia dari perbankan, selalu meminta update informasi sektor infrasturktur apa sekarang ini  yang ditawarkan pemerintah ke swasta. Kami update terus ke perbankan.

Dari sisi komposisi investasi, infrastruktur ini apakah masih dominan dibanding sektor yang lain?

Tidak, kalau kita lihat data, sementara ini, ini by sektor, ini yang di tahun 2015 ini sektor industri masih dominan, baru disusul sektor tersier dimana di dalamnya ada infrastruktur. Industri masih leading dominan.
Negara lain juga tentu tidak diam, sama-sama memperebutkan dana investasi, lalu apa strategi BKPM agar investor itu lebih tertarik ke Indonesia?
Pak Kepala BKPM mengambil fokus ke10 negara, plus ada beberapa negara lain . Jadi, untuk setiap negara negara ini membentuk tim seperti ‘Deputi In Charge, Direktur in Charge, untuk mendorong minat ivestasi, mengawal dari negara itu. Saya sendiri deputi in charge untuk negara China, India, dan Rusia. Ada lagi direktur yang in charge untuk China, Rusia, India, hingga tingkat Kasubsit in charge.

(Bersambung)

 

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *