Komoditas.Co.Id

Berita Ekonomi dan Komoditi Pilihan

Sri Mulyani: Anggaran Penanganan Gempa Tsunami Palu Bisa Ditambah Sri Mulyani: Anggaran Penanganan Gempa Tsunami Palu Bisa Ditambah
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan anggaran penanganan dampak gempa dan tsunami di Palu dan Donggala bisa diajukan untuk ditambah. “Jadi pada saat ini... Sri Mulyani: Anggaran Penanganan Gempa Tsunami Palu Bisa Ditambah

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan anggaran penanganan dampak gempa dan tsunami di Palu dan Donggala bisa diajukan untuk ditambah.

“Jadi pada saat ini kami memberikan on call untuk BNPB di dalam rangka mereka masih di satu sisi meneruskan penanganan bencana di Lombok ditambah sekarang dengan penanganan bencana di Palu,” kata Sri Mulyani kepada di Kantor Presiden Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan,mekanisme yang dikelola dengan BNPB adalah akan menyampaikan kebutuhan pendanaan.� Biasanya dalam bentuk dua yang pertama on call, sebagai suatu dana tunai yang dipegang dan dikelola oleh BNPB untuk melakukan tindakan-tindakan dan kegiatan-kegiatan terutama penanganan bencana pada tahap awal darurat.

Kedua, BNPB akan mengelola proposal dari kementerian dan lembaga untuk menangani baik darurat maupun tahap rehabilitasi.

“Seperti saya sampaikan sampai akhir minggu kemarin hari Sabtu saya telah menyetujui anggaran on call BNPB, kalau nanti kita lihat nanti mereka tidak cukup apalagi dengan load, skala yang meningkat dengan adanya bencana di Palu dan Donggala, maka mereka akan menyampaikan lagi anggaran tambahan,” katanya.

Ia mengatakan, sampai saat ini mekanisme yang dijalankan masih serupa jika�dana tunai mereka sudah semakin menipis atau diestimasikan akan habis, mereka akan menyampaikan permintaan kepada Kementerian Keuangan dan akan diproses sesuai dengan kebutuhan BNPB.

“Termasuk BNPB itu termasuk yang di Lombok itu pembangunan infrastruktur dasar, pembangunan rumah-rumah yang sudah digariskan kebijakannya, dan Kementerian PUPR yang mengorganisasi itu,” katanya.

Khairi
ANT

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *