Komoditas.Co.Id

Berita Ekonomi dan Komoditi Pilihan

“Proses Perizinan BKPM Kini Sangat Apik” “Proses Perizinan BKPM Kini Sangat Apik”
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memantau ketat perkembangan realiasi 100 proyek investasi Rp 219 triliun yang sedang berguliir termasuk 8 lokasi yang sudah dicek... “Proses Perizinan BKPM Kini Sangat Apik”

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memantau ketat perkembangan realiasi 100 proyek investasi Rp 219 triliun yang sedang berguliir termasuk 8 lokasi yang sudah dicek ke lapangan.

Sebanyak 8 proyek investasi sudah ditinjau ke lapangan oleh Kepala BKPM Franky Sibarani melalui program road show sebagai bagian dari pengawalan dari BKPM termasuk PT Rayon Utama Makmur yang groundbreaking Februari 2015.

Sritex juga melakukan perluasan ke industri hulu dengan memproduksi serat rayon (bahan baku benang) melalui anak perusahannya PT Rayon Utama Makmur, dengan rencana investasi US$ 250 juta. Dengan kapasitas produksi rayon 41.000 ton/tahun diharapkan dapat memenuhi kebutuhan serat rayon yang selama ini masih impor.

Berikut petikan wawancara dengan Bintoro, dari PT Rayon Utama Makmur, anak usaha Sritex yang bergerak di tekstil dan benang .

 

*********
Bagaimana perkembangan ekspansi PT Rayon Utama Makmur sampai saat ini? Bisa jelaskan tahapannya dari fase kosntruksi sampai jadi pabrik? Lalu bagaimana kondisi industri tekstril saat ini?

Jadi memang kalau secara sektoral , saya mewakili sektor industri tekstil dan produk tekstil (ITPT). Kita sekarang ini memang perlu selalu lengkapkan, tidak hanya industri tekstil, tapi industri tekstil dan produk tekstil. Sebab di dalam praktiknya kita juga mengimpor dan ekspor tekstil mulai dari serat, benang, sehingga cakupannya sangat luas, bisa dari hulu ke hilir. ITPT merupakan bagian dari industri yang lain,. Oleh karena itu memang tidak bisa berdiri sendiri karena dia bagian sekian banyak industri di indonesia, oleh karena itu ya ini kita tidak bisa, meksi pun nanti kita membahas ITPT, tapi sesungguhnya industri ini sangat dipengaruhi oleh kinerja dari industri lain.

Pada tahun 2015, dan awal 2016, kalau kita lihat dari laporan dari Focus Economic di Barcelona,  Indonesia harus dikatakan, ini tahun prihatin. Dari 19 kriteria atau indikator yang dinilai, mayoritas serba menurun, sederhana sekali mulai jumlah penduduk hingga ke bawah,. Yang menggembirakan, inflasi kita memang juga turun dari sembilan ke empat dan lima. Tapi indikator lain memprihatinkan sekali, salah satunya yang kita lihat pertumbuhan secara makro, dari target lima plus plus, tahun 2015 itu di bawah lima, itu berdampak sekali ke industri.

Lalu bagaimana kondisi industri tekstil di dalam negeri saat ini?
Industri ITPT di Indonesia sudah lama, sudah matang, termasuk dikatakan matang. Dan sebenarnya di seluruh dunia manapun, negara sangat maju, seperti sekarang Korea Selatan yang fenomenal, sebelum Korsel ada Jepang Eropa Amerika, itu mereka belajar mengelola industri itu dari industri tekstil. China fenomena tersendiri, betul betul belajar dari industri tekstil. Pertama mereka belajar berubah sikap, dari agraris ke industrialis. Kalau anda ke pabrik kami, itu di tengah tengah persawahan, ada 100 hektare, sisanya sawah, berlokasi  di Sukoharjo, di Solo selatan.

Pertama perubahan mental d ari agraris ke industrialis, mereka tertata rapih, belajar mengenai assembly line, jadwal yang berkualitas, belajar sistem. Paling utama dia belajar sistem, ada input diproses kemudian ada output. Seperit itu. Jadi industri ini indah sekali.

Bagaimana dengan Rayon Utama Makmur dari sisi proses bisnisnya?
Sekarang, Rayon Utama Makmur (RUM), memproduksi serat. Selama ini serat itu kami impor. Dari serat kita bikin benang, sekarang serat yang biasa kami impor itu, impor substitution, kami bikin pabriknya.

Serat itu tiruan kapas, kapas itu organik, rayon adalah organik, dia berasal dari tumbuhan. Bahan baku rayon kan pohon, dicacah jadi pulp, disedot. Ada dua pohon industri, pulp itu dijadikan kertas dan pulp bisa dibikin baju atau serat. Di Indonesia seratus persen masih untuk kertas, belum serat dibikin baju. Kan, ada pohon industri tadi, baru berhenti di situ. Kami sekarang bahan baku itu tentunya pulp tadi. Karena di Indonesia ini juara pulp membikin untuk diporses sandang, terpaksa masih harus impor, nextnya ketika kami lakukan perluasan, kami akan bikin pabrik pulp.

Peran BKPM seperti apa dalam proses kontruksi pabrik Rayon?
BKPM sudah memfasilitasi kami. Bisnis pulp di Indonesia itu dahsyat sekali, Grup Sinar Mas, Raja Garuda, dan lain-lain. Serat rayon sebenarnya sudah ada di Indonesia, ada dua pabrik, dua duanya berdekatan, di Purwakarta. Namanya South Pacific Viscose (SPV)  dan Indo Barat Rayon, ini murni PMA semuanya. Tapi hasil mereka ini semua di ekspor, mayoritas diekspor sehingga jatah untuk dalam negeri kurang. Kami di dalam negeri sendiri kekuarangan, berdasarkan keadaan itulah kami berusaha bagaimana caranya, kita kurang, akhirya kami bangun sendiri. Kenapa lama sendiri tidak dibangun karena investasinya mahal sekali.

Apa yang membedakan serat rayon ini dengan misalkan pabrik tekstil?
Kalau pabrik tektil, kan salah satu bagian tekstil kan garment, kalau setiap orang dikasih mesin sudah bisa jalan, mesin jahit. Kalau ini tidak. Mesin jahit kan paling harganya Rp10 juta rata-rata, tapi semakin ke hulu ini investasi makin mahal, very expensive. Kenapa ini jadi kendala pemain di Indonesia baru Sritex yang masuk. Kenapa perlu dibangun, karena kan dia bahan baku dari awal, penguasaan bahan baku akan sangat menentukan produk di belakangnya. Jadi, tingkat daya saing, baik lokal internasional, kalau bahan baku itu kita belum biasa kuasai dengan baik, itu akan sulit ditingkatkan, karena tergantung di bahan baku. Alasan Rayon Utama dibikin PMA, nanti bisa dicek itu memang Penanaman Modal Asing (PMA), itu semata untuk mempermudah saja. Istilahnya final beneficiary user atau istilahnya pengguna akhir, pemliik yang paling ujung, orang indonesia juga. Kenapa harus PMA, salah satu alasannya kemudahan trasaksi di luar negeri.

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *