Komoditas.Co.Id

Berita Ekonomi dan Komoditi Pilihan

Pendapatan Devisa dari  Pariwisata Mencapai US$ 17,6 Miliar Dolar Pendapatan Devisa dari  Pariwisata Mencapai US$ 17,6 Miliar Dolar
Jakarta, – Senyum lebar dan wajah sumringah terpancar dari Menteri Pariwisata Arief Yahya ketika memaparkan pendapatan devisi dari sektor pariwisata untuk tahun 2018. “Perolehan... Pendapatan Devisa dari  Pariwisata Mencapai US$ 17,6 Miliar Dolar

Jakarta, – Senyum lebar dan wajah sumringah terpancar dari Menteri Pariwisata Arief Yahya ketika memaparkan pendapatan devisi dari sektor pariwisata untuk tahun 2018.

“Perolehan devisa pariwisata tahun ini mencapai US$ 17,6 miliar atau di atas target,” ungkap Arief Yahya dalam acara Jumpa Pers Akhir Tahun (JPAT) 2018 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata Jakarta, Kamis (20/12).

Arief Yahya menjelaskan, perolehan devisa pariwisata sebesar US$ 17,6 miliar tersebut dengan perhitungan capaian jika kunjungan wisman sesuai dengan data yang ada sekarang yaitu 16,2 juta wisman. Jumlah tersebut dikalikan ASPA (Average Spending per Arrival) atau rata-rata pengeluaran per kunjungan sebesar US$ 1.100/wisman.

“Sebagai good news-nya perolehan devisa pariwisata tahun ini akan menempatkan posisinya sebagai penghasil devisa terbesar, mengalahkan atau sejajar dengan devisa Crude Palm Oil (CPO) sebesar US$ 16 miliar berada di urutan teratas,” kata Arief.

Pria yang meraih gelar doktor dari Universitas Padjadjaran ini meyakini bahwa sektor pariwisata akan menjadi penyumbang devisa negara terbesar mengalahkan crude palm oil pada 2020.

“Sesuai dengan yang saya sampaikan kepada Bapak Presiden, “ ujar Arief.

Pada kesempatan itu juga, Arief Yahya menjelaskan realisasi investasi di sektor pariwisata selama 2018. Hingga kuartal I tahun 2018 ini nilai realisasi investasi pariwisata sudah mencapai 21,67% atau US$ 433,5 juta dari target tahun ini sebesar US$ 2.000 juta.

“Investasi di sektor pariwisata baik PMA (Penanaman Modal Asing) maupun PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) memiliki pola yang serupa seperti pada tahun 2017,” kata Arief Yahya .

Hermawan

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *