Komoditas.Co.Id

Berita Ekonomi dan Komoditi Pilihan

Maju tak gentar masuk jurang Maju tak gentar masuk jurang
Oleh : Salamuddin Daeng (AEPI) Itulah slogan yang tepat untuk menggambarkan bagaimana sikap pemerintah jokowi dalam berbagai perundingan internasional. Semua diteken tanpa menghitung konsekuenasinya... Maju tak gentar masuk jurang

Oleh : Salamuddin Daeng (AEPI)

Itulah slogan yang tepat untuk menggambarkan bagaimana sikap pemerintah jokowi dalam berbagai perundingan internasional. Semua diteken tanpa menghitung konsekuenasinya terhadap konstitusi dan perekonomian nasional.

Para ekonom di sekeliling Jokowi menutup mata mata presiden jokowi untuk melihat dampak dari komitmen terhadap pelaksanaan liberalisasi sektor keuangan.

Para ahli ekonomi disekeliling jokowi menjerumuskan negara dan pemerintahan dengan memanfaatkan presiden yang sering kali tidak membaca apa yang ditandatanganinya.

Automatic Excahge information telah ditandatangani Jokowi dalam pertemuan G20. Artinya Indonesia tidak punya lagi kedaualatan atas keuangannya. Kesepakatan ini akan berlaku mulai akhir 2018 mendatang.

Era penyedotan keuangan indonesia oleh perusahaan multinasional akan dimulai. Uang di indonesia akan bergerak, berpindah ke tangan perusahaan perusahaan raksasa melalui pasar keuangan yang sangat cair. Kondisi ini didukung oleh indonesia yang telah menerapkan rezim devisa bebas.

Para ekonom di sekeliling jokowi seolah berfikir bahwa ini bisa dimanfaatkan untuk menyedot uang rakyat dengan pajak, memberlakukan tax amnesty dan mewajibkan para
Pemililik rekening melaporkan uang mereka di bank dengan nominal minimal 1 miliar rupiah.

Padahal itu adalah cara mebuat sektor keuangan indonesia berantakan. Jokowi akan menonton keruntuhan keuangan di depan matanya dan tidak berdaya menahannya.

Jokowi tidak diberitahukan bahwa tandatangan dia atas komitmen G20 tersebut adalah menyerahkan leher bangsa kepada oligarki keuangan global.

Jokowi tidak diberitahu bahwa era penghancuran keuangan indonesia yang akan diikuti dengan perampokan keuangan negara oleh oligarki dan taipan nasional adalah dampak utama dari kesepakatan itu.

Para taipan yang menguasai 81 persen pinjaman di bank tengah mencari alasan untuk meminta negara menalangi utang mereka. Siapa yang salah pak presiden ? Semoga bisa membaca dengan teliti sebelum menandatangani sesuatu.

http://www.cgma.org/magazine/2014/nov/201411374.html

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *