Komoditas.Co.Id

Berita Ekonomi dan Komoditi Pilihan

Ini Strategi Arief Yahya Supaya Wisman Tembus 20 Juta di 2019 Ini Strategi Arief Yahya Supaya Wisman Tembus 20 Juta di 2019
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia tahun 2018 diproyeksikan sekitar 16,2 juta wisman atau sekitar 95% dari target yang... Ini Strategi Arief Yahya Supaya Wisman Tembus 20 Juta di 2019

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia tahun 2018 diproyeksikan sekitar 16,2 juta wisman atau sekitar 95% dari target yang ditetapkan sebesar 17 juta wisman.

“Meskipun target wisman meleset, namun perolehan devisa pariwisata tahun ini mencapai US$ 17,6 miliar atau di atas target,” kata Menpar Arief Yahya dalam acara Jumpa Pers Akhir Tahun (JPAT) 2018 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata Jakarta, Kamis (20/12).

Menpar Arief Yahya menjelaskan, awalnya ia sempat optimis target tahun ini tercapai karena pada Juni dan Juli 2018 kunjungan wisman sudah sampai 1,5 juta per bulan, (kali 12 bulan menjadi 18 juta).

Lalu kenapa target tersebut meleset ? Ternyata ada sejumlah penyebab.

Berikut paparan dari Arief Yahya :

1. Terjadi musibah gempa bumi di Lombok
Gempa pertama kali pada 29 Juli 2018 tak berdampak terhadap kunjungan wisman. Tapi gempa susulan yang mencapai 7 SR pada 5 Agustus 2018. Disitulah mulai terjadi cancellation besar-besaran . Bahkan bisa lebih dari 75%. “Selama Agustus hingga Desember 2018 turun sebesar 500.000 wisman atau mencapai rata-rata 100.000 per bulan,” kata Arief Yahya.

2. Polemik zero Dollar tour
Polemik berkepanjangan soal “Zero Dollar Tour” betul-betul berdampak serius terhadap kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali. Zero dollar tour adalah istilah pada kunjungan wisatawan mancanegara asal China ke Bali.’Zero dollar tour merujuk pada kedatangan turis China ke Bali yang membeli paket wisata melalui agen perjalanan wisata di negara mereka dengan harga sangat murah.

3. Jatuhnya Lion Air JT-610
Musibah jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610. Kejadian ini membuat wisman membatalkan kunjungan ke Indonesia.

3 Senjata Pamungkas 2019
Meskipun tahun ini tidak mencapai target, Arief Yahya tetap optimis pada 2019 nanti 20 juta wisman akan tercapai. Untuk mencapai target tersebut Arief Yahya mempunya 3 senjata pamungkas.

Program super extra ordinary akan dijadikan sebagai senjata pamungkas dalam mewujudkan target akhir 20 juta wisman tahun depan. Super extra ordinary yang mencakup tiga program; border tourism, tourism hub, dan low cost terminal (LCT). Program ini sebagai strategi bauran dari tiga program yakni; ordinary, extra ordinary, dan super extra ordinary.

1. Border tourism
Menurutnya border tourism harus serius dilakukan di tahun depan karena merupakan cara efektif untuk mendatangkan wisman dari negara-negara tetangga.

2. Program tourism hub
Sebagai strategi ‘menjaring di kolam tetangga yang sudah banyak ikannya’. Maksudnya, wisman yang sudah berada di hub regional seperti Singapura dan Kuala Lumpur ditarik untuk melanjutkan berlibur ke Indonesia.

“Salah satu persoalan pelik pariwisata kita adalah minimnya direct flight dari originasi. Direct flight kita misalnya dari originasi China mencapai 50%, artinya 50% sisanya masih transit dari Singapura, Kuala Lumpur, atau Hong Kong. Sementara negara tetangga seperti Thailand atau Malaysia direct flight-nya sudah mencapai 80%. Mendatangkan direct flight dari originasi bukanlah hal gampang. Saya minta direct flight dari India ke Bali tiga tahun nggak dikasih. Akan jauh lebih mudah jika kita “menjaring” di hub-hub regional yang sudah banyak wisatawannya,” kata Arief Yahya.

3. Program low cost terminal
Program ini akan diterapkan tahun depan. Selama ini salah memilih vehicle untuk konektivitas udara, dimana harus tumbuh tinggi tetapi lebih banyak menggunakan vehicle yang tumbuhnya rendah. Wisman yang datang ke Indonesia tahun 2017 lebih dari 55% menggunakan Full Service Carrier (FSC) dan sisanya menggunakan Low Cost Carrier (LCC). Namun, ternyata pertumbuhan FSC rata-rata hanya 12% jauh di bawah LCC yang tumbuh rata-rata 21% per tahun.

Hermawan

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *