Komoditas.Co.Id

Berita Ekonomi dan Komoditi Pilihan

Gapki Dukung Penertiban Izin Perkebunan yang Dikuasai Broker Tanah Gapki Dukung Penertiban Izin Perkebunan yang Dikuasai Broker Tanah
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mendukung penertiban izin perkebunan kelapa sawit terutama yang dikuasai para broker. “Terkait perizinan yang dikuasai oleh broker-broker tanah... Gapki Dukung Penertiban Izin Perkebunan yang Dikuasai Broker Tanah

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mendukung penertiban izin perkebunan kelapa sawit terutama yang dikuasai para broker.

“Terkait perizinan yang dikuasai oleh broker-broker tanah misalnya, sebenarnya kalau Gapki, terus terang, ya sudah dibatalkan saja. Kita mendukung,” kata Ketua Bidang Agraria dan Tata Ruang Gapki Eddy Martono R,

Artinya, lanjut dia, kalau memang perizinan itu ternyata bukan untuk investasi perkebunan melainkan untuk jual beli tanah, maka pihaknya sangat mendukung pembatalan izin tersebut.

“Gapki sangat mendukung apabila itu bukan untuk investasi dan kalau tidak salah bapak ketua cabang juga memberikan pernyataan seperti itu. Silakan sesuai aturan,” tegas Eddy.

Menurut dia, izin perkebunan yang hanya dikuasai broker dapat menghambat jalannya investasi para investor.

“Jangan sampai orang yang mau investasi susah. Yang benar-benar mau berinvestasi justru terhambat oleh broker-broker seperti ini,” katanya.

Di sisi lain, dia mengatakan secara nasional sampai 2017 total luas perkebunan kelapa sawit Indonesia berdasarkan data Ditjen Perkebunan memiliki luas 14 juta hektare.

Luas lahan tersebut terdiri dari perkebunan rakyat 5,6 juta hektare atau sekitar 42,31 persen, kemudian perkebunan besar negara seluas 710,2 ribu hektare atau 6,32 hektare dan sisanya perkebunan besar swasta 7,71 juta hektare atau 51,37 persen.

Eddy mengatakan produk minyak sawit adalah salah satu komoditas pertanian Indonesia yang mengalami surplus produksi.

Bahkan 70 persen dari total produksi membawa Indonesia menguasai pasar minyak nabati global dan Indonesia memperoleh penghasilan devisa cukup besar dari komoditas sawit.

“Komoditas minyak sawit dan turunan menyumbangkan devisa rata-rata 20 miliar dolar AS pendapatan ekspor setiap tahun. Ini merupakan penyumbang terbesar ekspor Indonesia saat ini,” kata Eddy.

Epu/ANT

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *