Komoditas.Co.Id

Berita Ekonomi dan Komoditi Pilihan

Fadel: Waspadai LSM Bayaran Perusak Sawit Fadel: Waspadai LSM Bayaran Perusak Sawit
Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadel Muhammad mensinyalir banyaknya LSM bayaran yang berniat menghancurkan ekonomi nasional. Salah satu aset yang terus... Fadel: Waspadai LSM Bayaran Perusak Sawit

Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadel Muhammad mensinyalir banyaknya LSM bayaran yang berniat menghancurkan ekonomi nasional. Salah satu aset yang terus dirongrong tersebut adalah sektor perkebunan kelapa sawit.

“Permasalahan minyak kelapa sawit Indonesia di Eropa makin runyam setelah sejumlah LSM asal Indonesia menyebutkan perkebunan kelapa sawit di dalam negeri merusak lingkungan. Ini penghianatan,” kata Fadel dalam siaran persnya, Selasa (24/4/2018).

Mantan Gubernur Gorontalo ini mengatakan, persepsi sektor kelapa sawit di Eropa dan negara maju lainnya sangat negatif.

Ini makin buruk setelah banyak LSM Indonesia menyampaikan informasi yang tidak tidak terkait kelapa sawit Indonesia. “Akhirnya yang rugi adalah rakyat sendiri,” kata Fadel.

Fadel mengatakan, BKSAP DPR RI akan melaporkan sepak terjang buruk LSM tersebut ke PPATK dan Presiden Jokowi.

Setelah ini, kita berencana akan minta ke PPATK tentang LSM LSM apa saja dan berapa uang yang sudah digelontarkan oleh Uni Eropa untuk LSMLSM yang menjual informasi di dalam negeri. Mereka berbicara tidak baik mengenai kita, dalah mereka LSM-LSM yang dibayar, kata Fadel dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (25/4).

Fadel mengaku, pihaknya telah bertemu langsung dengan parlemen Uni Eropa untuk menjelaskan kondisi sesungguhnya dunia perkelapa sawitan di Indonesia. Ia menolak anggapan bahwa dunia kelapa sawit Indonesia telah merusak lingkungan atau deforestasi.

Di hadapan parlemen Eropa, kami sampaikan kepada mereka, parlemen kalian besar dengan beranggotakan 200 orang. Tapi kami memiliki parlemen yang besar pula 560 orang.Kami lebih besar. Dari situ akhirnya, terjadi understanding. Mereka akhirnya mau ke sini melihat kondisi sawit kita, jelas Fadel.

Fadel mengatakan, resolusi Uni Eropa itu sangat merugikan 50 juta rakyat Indonesia yang bergantung kepada kelapa sawit, termasuk para petani dan buruh.

Epung

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *