Komoditas.Co.Id

Berita Ekonomi dan Komoditi Pilihan

Dua Tahun Ini BKPM Melakukan Banyak Improvement Dua Tahun Ini BKPM Melakukan Banyak Improvement
Pabrik Cemindo di Bayah, dari sisi jarak lumayan di pelosok, secara pribadi pernah sebelumnya ke lokasi pabrik Cemindo? Sebelum terpikir investasi akan dilakukan di... Dua Tahun Ini BKPM Melakukan Banyak Improvement

Pabrik Cemindo di Bayah, dari sisi jarak lumayan di pelosok, secara pribadi pernah sebelumnya ke lokasi pabrik Cemindo? Sebelum terpikir investasi akan dilakukan di Bayah?
Di Bayah, saya pernah ke sana bertahun tahun lalu, awal 1990 an. Boleh dibilang tempat yang masih tertinggal, atau tempat yang belum terpikirkan untuk industri. Paling untuk avonturir atau wisata yang sifatnya adventure, hunting foto segala macam. Tapi sejak dibuka pabrik Semen Merah Putih, mulai terbuka lah akses ekonomi. Banyak sekali perubahan di situ, karena ternyata di daerah Bayah, Banten Selatan, menyimpan banyaksekali potensi ekonomi. Khusus pabrik semen, di sana bisa dilakukan pabrik semen terinteggrasi seperti yang kami lakukan sekarang ini. Jadi mulai quary atau tambangnya, sampai kita bikin pelabuhan sendiri, dan itu membuka akses ekonomi. Dan potesi yang ada menjadi terbuka untuk di eksploitasi.

Di sana ada potensi wisata, di sana ada pantai Sawarna, ada wisata lain, yang kalau bisa dikelola baik itu bisa meningkatkan kesejahteraan di Banten Selatan, sekaligus juga memberi alternatif buat tujuan wisata bagi masyarakat di sebelah utaranya, seperti Jakarta. Tidak hanya ke Bogor atau Bandung saja, yang saat ini butuh alternatif lain. Selain tujuan wisata tradisional seperti Pangandaran atau Tangkuban Perahu. Dan mereka bisa ke Banten Selatan saat ini.

Tapi memang masih perlu pengembangan infrastruktur lain selain jalan seperti tempat tinggal, hotel, restoran yang memadai. Kalau kunjungan sehari mungkin masih bisa, tapi kalau misal menghabiskan dua tiga malam mau tidur dimana. Kemarin waktu libur imlek sampai mau parkir saja susah.

Jadi, sebetulnya tidak usah dibangun hotel bintang lima juga, ga apa-apa, guest houese saja, dikelola warga dikasih arahan baik. Model penginapan gust house saja, masyarakat sekitar diberdayakan, mungkin aspek higienis diperhatikan. Apabila kalau bicara restoran dan publik area, jangan sampai akhirnya begitu bayak turis malah jadi kotor bukan bersih. Nah pemerintah daerah harus berperan aktif saya kira. Kita dari sisi iindustri sangat berkepntingan berperan serta ingin daerah di situ maju. Banyak pengembangan pembangunan kita juga ikut naik.

Lokasi kan lumaan di pelosok, investasi jadi lebih tinggi, apakah ada pertimbangan –pertimbangan lain?
Ini memang pemilihan lokasi bisnis, pembangunan satu pabrik dengan investasi mencapai Rp8 triliun cukup besar yang mesti ditanamkan, itu perlu visi, pandangan visioner dari seorang entrepreneur, bahwa daerah ini punya potensi. Kalau dengan segala kekuatan atau jaringan bisnis, networknya, itu bisa dibuka segala kemungkinan itu yang mungkin orang lain tidak bisa melihat karena keterbatasan pandangan visi, dan juga keterbatasan infrastruktur yang dia punyai. Infrastruktur, network, permodalan, dan segala macam.

Kalau punya itu, dan sekarang terbukti bisa dibuka, dan karena itu di pantai selatan di pinggir laut, maka bisa dibangun pelabuhan. Begitu pelabuhan dibuat itu membuat akses ke segala penjuru, untuk mengirim barang ke segala penjuru yang besar karena size does matter di industri komoditi seperti semen yang bulky yang butuh infrastruktur pelabuhan dan jalan raya yang daya angkut cukup besar.

Dan dengan pelabuhan yang ada, apalagi pelabuhan laut dalam, kapal-kapal besar bisa sandar, membuat efisiensi di logistik. Itu penting sekali. Semen kan bulky, kalau kita ekspor rokok, kecil ringan mahal. Ini kan semen, besar, berat, murah lagi. Satu sak lima puluh ribu, kalau rokok berapa. Satu slop udah berapa ratus ribu, satu kontainer saja sudah miliaran. Kita semen.Tapi semen ini dibutuhkan untuk infrastruktur , kalau ngomong infrastrutktur udah ga bisa lepas dari semen, lah.

Ketersediaan, kedekatan sumber bahan untuk industri tentu juga jadi pertimbangan utama. Apalagi di sana ada bahan melimpah?
Persis, untuk semen itu, rule of time-nya itu harus dekat degan sumber material, karst batu kapur, dan dekat dengan pasar. Tapi defisinisi dekat pasar ini sebetulnya dekat dengan akses ke pasar yaitu jalan raya dan pelabuhan. Kalau di Bayah ini, kita beruntung mendapatkan sumber material yang bisa bertahan sampai seratus tahun lebih, jadi satu abad lumayan. Itu luar biasa.

Cemindo perusahaan pertama kali dapat deposit besar?
Ya, semen merah putih yang pertama mendapat deposit besar, dapat ijin pertambangan untuk dikelola menjadi semen. Kita punya dua produk semen jadi dan satu lagi klinker, bahan setengah jadi, masih kerikil. Nanti bisa dikirim ke griding untuk kemudian digiling, campur adiktif, dipacking, jadi semen, kemudian dijual. Karena kan gainnya dalam industri semen itu kan logistik. Jalur distribusi itu harus efisien, kalau enggak, jadi mahal jatuhnya. Jadi, harus bisa membuat fasilitas produksinya, griding plan, dekat pasar.

Makanya kita, griding plan ada di satu di Bayah kapasitas empat juta ton saat ini, griding plan ada di Ciwanda di Cilegon, kapasitas 1,7 juta ton kapasitasnya, itu ambil klinkernya dari pabrik Bayah. Di giling di situ kemudian bisa didistribusikan kemana-mana. Di cilegon kan sudah banyak infrastrutkru mulai jalan raya hingga pelabuhan, dan banyak industri juga yang butuh perlu semen.

Selain di situ, kami juga punya griding plan di Gresik, itu juga bisa dibawa lewat kapal tongkang ke Gresik, untuk digiiling, dan didistribusikan di wilayah Timur. Kami juga lagi bangun mini griding plan di Medan, dan di Bengkulu. Di Medan 450 ribu ton kapasitasnya, itu bisa distribusi di Sumatera bagian utara, dan Bengkulu di bagian selatan. Sumatera itu Agustus ini jadi, Bengkulu mungkin b

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *