Komoditas.Co.Id

Berita Ekonomi dan Komoditi Pilihan

BKPM Mendukung Investasi Baru dan Mengayomi Investasi yang Sudah Ada BKPM Mendukung Investasi Baru dan Mengayomi Investasi yang Sudah Ada
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akhir tahun lalu meresmikan Program “Penciptaan Lapangan Kerja Melalui Sinergi Investasi dan Pesantren” untuk mendukung tercapainya realisasi investasi karena... BKPM Mendukung Investasi Baru dan Mengayomi Investasi yang Sudah Ada

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akhir tahun lalu meresmikan Program “Penciptaan Lapangan Kerja Melalui Sinergi Investasi dan Pesantren” untuk mendukung tercapainya realisasi investasi karena pesantren sebagai penyedia dari sumber daya dari investasi.

BKPM berkeinginan agar investasi tidak memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional. Program sinergi dengan Pesantren, merupakan tindak lanjut dari penandatanganan MoU dengan Kementerian Agama pada 23 Agustus 2015 tentang peningkatan kapasitas SDM, penyerapan tenaga kerja kalangan santri, dan kemitraan antara investor dengan lembaga pendidikan di bawah koordinasi Kementerian Agama.

PT Eco Smart, anak usaha Pan Brothers Tbk, yang berlokasi di Boyolali juga ikut serta mendukung penuh program BKPM dengan memberikan pelatihan kepada para santri dan sekolah Madrasah. Seperti apa program sinergi yang dilakukan dan harapan Eco Smart terhadap investasi? Berikut wawancara dengan Wakil Direktur Utama Eco Smart Garment Indonesia (ESGI) Anne Patricia Sutanto.

 

Bisa ceritakan soal PT Eco Smart, rencana-rencana investasi baru dan perkembangan bisnis sekarang ini?

Secara demand, saat ini masih on the track sesuai demand pembeli antara tahun lalu dan tahun ini. Memang tahun lalu cukup kendala terutama di penambahan tenaga kerja yang kompeten. Jadi, banyak cerita- cerita bahwa Indonesia un employment tinggi, kebetulan daerah yang ada Eco Smart, yakni di Boyolali itu kita memang garment memerlukan wanita, rata-rata ya, saya bukan diskriminasi, tapi nature dari industri ini memang lebih cocok wnaita. Tapi kita juga berusaha menambaa tenaga kerja yang laki-laki. Kendalanya, memang nature garmen ini tidak membuat comfort zone secara continue untuk pekerja laki-laki. Jadi dari hasil analisa itu akhirnya kita punya maksimum rasio berapa persen karyawan laki laki berapa persen karyawan perempuan.

Tadinya kita mau mencoba fifty fifty, tetapi kelihatannya untuk di level swing operator memang fifty fifty itu bukan angka ideal untuk industri ini. Jadi mungkin 80 perempuan 20 persen laki-laki. Kalau misal di top level, sesuatu berbeda karena skillnya tentu berbeda.

Adakah kendala dari sisi regulasi?|
Saya rasa untuk tahun ini dan tahun lalu juga ada kendala, kan ada PP No 78 tahun 2015 yang ada hubungan dengan kenaikan upah, yang kami kurang bisa mengerti untuk padat karya. Kita kan punya keinginan padat karya,manufacturing, ini menjadi tulang punggung, mengurangi unemployment. Tapi yang kita tidak bisa mengerti hasil implementasi di daerah-daerah, Jawa tengah itu tidak murni seperti yang sudah ada di PP 78.

Mengapa, karena memang keputusan UMK kan SK di gubernur, tapi ada juga untuk kabupaten dan kota tertentu di Jawa Tengah, itu kenaikan masih melebihi dari PP 78. Padahal PP itu kan sudah berlaku sebelum SK Gubernur. PP 78 kalau tidak salah 23 Oktober 2015 sedangkan SK Gubernur itu 20 November 2015.

Itu yang kami sesalkan dan melalui Apindo kami juga sudah minta, menghimbau Mendagri memberikan istilahnya pengertian kepada gubernur dan pemerintah daerah, jangan lah realisasi itu berbeda dengan aturan yang ada. Karena itu kan menunjukan sinyal sinyal, untungnya kan kita ini investasi lokal Indonesia. Perusahaan indonesia, walaupun orientasinya ekspor, mencapai 99 persen ekspor. Bisa dibayangkan kalau ini terjadi, kalau kemudian terjadi untuk industri padat karya yang investasinya itu rata rata asing. Kan pasti ketidakonsistenan antara aturan pemerintah pusat dengan pelaksanaan realisasi di daerah ini menimbulkan ketidaknyamanan dalam berusaha dan investasi. Ini masukan saya sebagai perusahaan listed corporate Indonesia, garment terbesar, untuk supaya pemerintah pusat memperhatikan sinkronisasi aturan maupun konsistensi dari pusat ke darerah.

Jadi, masih ada tantangan terkait koordinasi pusat dan daerah?

Jangan sampai, pusat ingin invite investor asing dan menggiatkan investasi lokal dalam negeri, namun pelaksanaan di daerah tidak sesuai dengan peraturan pusat. Kalau kita, kan kita berusaha mengerti dan figth di pusat, untuk supaya pusat, istilahnya mmberi wejangan teguran pencabutan segala aturan yang tidak sesuai. Tapi kan kalau asing kan tidak nyaman. Itu signal yang ingin saya berikan kepada pemerintahan sekarang.

Challenges kita bukan terhadap dunia luar dulu, Challenges kita adalah kepada eksekutif power di pusat dan daerah memahami, kenapa eksekutif pusat memberikan aturan A dan daerah  kendalanya apa, kenapa memberi aturan yang berbeda atau tidak selaras dengan kebijakan pusat. Jangan terjadi dualisme atau tigalisme. Untuk itu, saya memang waktu itu minta melalui ke Apindo, selain memberi surat ke Mendagri, ke Menko Ekuin, juga ke Menteri Tenaga kerja, dan BKPM karena saya anggap pemeritnah pusat yang bisa memperbaiki aturan pemerintah daerah yang tidak singkron dengan pemerintah daerah.

Kalau dari sisi Eco Smart sendiri, karena kebetulan demand ada, maka kami tetap berjalan dengan lancar walaupun ada kendala-kendala seperti kurangnya tenaga kerja yang kompeten yang cukup. Cuma, kan, ketidaknyamanan itu kan bukan hanya dirasakan oleh kami saja tapi juga oleh investasi asing. Bahwa ini bagaimana aturan pusat dan derah tidak singkron.

Apa upaya Eco Smart di tengah masih ada kendala teknis seperti itu?
Selain kami tetap harus jalan, kami juga berupaya juga untuk mengiim surat kemana-mana, sampai sekarang juga belum ada realisasinya padahal sudah sampai lima bulan. Itu satu. Kedua, kalau bicara peraturan daerah, di paket kebijakan nasional, ada pemerintah pusat keinginan mempermudah menyederhanakan perizinan, tapi di lapangan, wah namanya IMB, HO, itu mahalnya tidak karuan.

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *