Komoditas.Co.Id

Berita Ekonomi dan Komoditi Pilihan

Menteri Darmin: Replanting Dilakukan di Seluruh Indonesia Menteri Darmin: Replanting Dilakukan di Seluruh Indonesia
Komoditas – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan program peremajaan lahan perkebunan kelapa sawit atau replantingtidak hanya dilakukan di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan... Menteri Darmin: Replanting Dilakukan di Seluruh Indonesia

Komoditas – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan program peremajaan lahan perkebunan kelapa sawit atau replantingtidak hanya dilakukan di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan saja.

Pemerintah akan memeratakan program replanting perkebunan kelapa sawit di seluruh Indonesia.

Mantan Gubernur Bank Indonesia ini mengungkapkan, dalam waktu dekat ini pemerintah akan meresmikan program replanting perkebunan sawit di Sumatera Utara yang nantinya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

“Berikutnya tanggal 26 November atau 27 Novembeer 2017 kita akan ke Sumatera Utara di daerah Deli Serdang. Berapa luasnya kita masih terus mengecek,” kata Darmin di Indonesia Palm Oil Conference (IPOC) di Bali Nusa Dua Conference Center, Bali, Kamis (2/11/2017).

Darmin menuturkan, untuk menentukan luas replanting tidak mudah. Karena, perkebunan kelapa sawit milik rakyat tersebar dan harus dilakukan pengecekan satu per satu.

“Yang 4.000 hektare sudah ada tetapi kami ingin lebih dari itu. Jadi jangan dianggap kami tinggal cari saja ukur dari ujung ke ujung. Masalahnya, perkebunan kelapa sawit milik rakyat tidak menumpuk dan itu harus cek satu per satu,” jelas Darmin.

Darmin menambahkan, perhitungan pemerintah sebanyak 2,4 juta hektare lahan kelapa sawit di seluruh Indonesia yang perlu direplanting. Menurut dia, butuh waktu 30 tahun untuk menyelesaikan program replanting perkebunan kelapa sawit.

“Sampai saat ini kami sudah hitung, sudah ada 2,4 juta hektar. Saat ini kemampuan kita hasilkan bibit mungkin hanya 60.000 hektar. Makanya kami harus tingkatkan pencetakan bibit itu. Kalau dengan begitu artinya butuh 40 tahun. Idealnya 30 tahun, mudah-mudahan kami bisa percepat dan mereka (petani kelapa sawit) bisa mandiri juga selesiakan,” pungkas dia.

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *