Komoditas.Co.Id

Berita Ekonomi dan Komoditi Pilihan

Lampaui Target Produksi, Kinerja Donggi Senoro Semakin Solid Lampaui Target Produksi, Kinerja Donggi Senoro Semakin Solid
Komoditas – PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) menyatakan kinerja perusahaan, yang mengoperasikan Kilang LNG Donggi Senoro di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, semakin solid memasuki... Lampaui Target Produksi, Kinerja Donggi Senoro Semakin Solid

Komoditas – PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) menyatakan kinerja perusahaan, yang mengoperasikan Kilang LNG Donggi Senoro di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, semakin solid memasuki usia ke-10 tahun.

Direktur Urusan Korporasi DSLNG Aditya Mandala dalam rilis di Jakarta, Rabu mengatakan Kilang LNG Donggi Senoro mampu mempertahankan kinerja operasional maupun sosial dengan mantap.

“Tiga tahun beroperasi, Kilang Donggi Senoro LNG memantapkan kinerja produksi dengan pencapaian tahun 2017 yang kembali melampaui target,” ujarnya.

Pada 2017, menurut dia, pencapaian kinerja didukung rekor keselamatan kerja yang baik yakni jumlah jam kerja aman tanpa kecelakaan kerja sebanyak 23.470.926 jam.

Direktur Operasi DSLNG Kurniawan Rahardjo menambahkan rekor itu mengantarkan DSLNG menerima penghargaan Patra Karya Nirbhaya Utama dari Kementerian ESDM pada 26 Agustus 2017.

“Penghargaan yang diterima dua tahun berturut-turut ini mengukuhkan komitmen penerapan kebijakan mutu, kesehatan, keselamatan kerja dan lingkungan hidup (K3LH) yang mumpuni di lingkungan perusahaan,” tuturnya.

DSLNG, lanjutnya, juga menerima Sertifikat ISO14001: 2015 dari TUV Rheinland pada 22 Desember 2017, setelah melalui serangkaian audit.

“Sertifikat yang berlaku untuk proses dan produksi LNG, kondensat dan fasilitas pendukungnya itu menunjukkan pengakuan internasional atas sistem K3LH yang diterapkan perusahaan,” kata Kurniawan.

Kilang Donggi Senoro LNG juga berhasil mempertahankan peringkat Biru dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) 2017 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Sejalan dengan kegiatan operasi, tambah Aditya, DSLNG juga berkontribusi pada pengembangan daerah dan kemajuan masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (TJSP).

Program TJSP yang dilaksanakan sejak masa konstruksi kilang pada 2008 mencakup 22 desa dekat operasi kilang dengan lima sasaran yaitu pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, infrastruktur publik, dan lingkungan.

TJSP mendorong kemandirian masyarakat antara lain melalui pemberdayaan ekonomi di bidang perikanan, pertanian, keuangan mikro, dan wirausaha.

Di sektor pendidikan, DSLNG membantu peningkatan kualitas dan akses pendidikan, antara lain melaui program kesetaraan dan ketrampilan kejuruan.

Untuk kesehatan, DSLNG membantu peningkatan layanan kesehatan masyarakat.

DSLNG juga membantu perbaikan infrastruktur publik termasuk pasar tradisional dan penyediaan fasilitas air bersih.

Menurut dia, berbagai program TJSP itu memperoleh apresiasi antara lain Indonesia CSR, Global CSR, Indonesia SDGs, dan GPMB.

Selain TJSP, kilang Donggi Senoro juga menjadi pengungkit kemajuan daerah melalui efek bergulir ekonomi.

“Akses ke wilayah Banggai semakin terbuka sejak kehadiran proyek migas,” ujar Aditya.

Selanjutnya, berbagai usaha seperti jasa transportasi, akomodasi, maupun bisnis pendukung tumbuh pesat.

Aktivitas ekonomi yang semakin maju mendorong perbankan membuka cabang hingga ke kecamatan.

“Dengan pesatnya aktivitas tersebut, pada 2016 Kabupaten Banggai mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 37 persen dan menjadi tertinggi di Indonesia,” tambah Aditya.

Kilang Donggi Senoro berkapasitas produksi dua juta ton per tahun, merupakan kerja sama PT Pertamina (Persero), PT Medco Energi Internasional Tbk, Mitsubishi Corporation, dan Korea Gas Corporation.

ANT
EP

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *