Komoditas.Co.Id

Berita Ekonomi dan Komoditi Pilihan

HELICITY “Sah” Lengkapi Moda Transportasi Indonesia HELICITY “Sah” Lengkapi Moda Transportasi Indonesia
Komoditas – Pemerintah terus membenahi infrastruktur transportasi di berbagai penjuru wilayah. Juga termasuk di wilayah DKI Jakarta. Setelah menyelesaikan pembangunan jalur kereta ke Bandara... HELICITY “Sah” Lengkapi Moda Transportasi Indonesia

Komoditas – Pemerintah terus membenahi infrastruktur transportasi di berbagai penjuru wilayah. Juga termasuk di wilayah DKI Jakarta. Setelah menyelesaikan pembangunan jalur kereta ke Bandara Soekarno-Hatta dan segera beroperasi, juga akan muncul transportasi lainnya sebagai pelengkap moda tranportasi yang telah ada.

Teknologi helikopter pun kini dimanfaatkan sebagai pelengkap moda transportasi itu. Adalah HELICITY yang digawangi PT Whitesky Aviation akan segera meluncur melayani perjalanan masyarakat untuk Jakarta sekitarnya dan juga ke Bandung, Jawa Barat. Keberadaan HELICITY kini resmi menjadi pelengkap moda transportasi setelah Kementerian Perhubungan melegitimasinya dengan menyusun rute penerbangannya.

“HELICITY melengkapi moda transportasi di Indonesia. Selain cepat, keberadaan HELICITY juga bisa dimanfaatkan untuk mendukung sektor pariwisata yang affordable atau terjangkau,” tutur CEO Whitesky Aviation Denon Prawiraatmaadja saat dihubungi.

Denon bercerita, pihaknya mendukung berbagai program pemerintah terutama pembangunan infrastrukur transportasi dan kepariwisataan. Melalui program itu, pihak swasta seperti HELICITY bisa mengambil peran dalam mewujudkan program-program tersebut.

Karena itu, kata Denon, Whitesky pada 4 Desember nanti akan secara resmi memperkenalkan HELICITY sebagai transportasi yang mendukung program-program pemerintah itu. Kementerian Perhubungan, misalnya, “sah” mendukung HELICITY dengan menetapkan rute-rute penerbangannya. Dukungan tersebut menjadi penting mengingat Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) telah mengakui tingkat keselamatan penerbangan Indonesia di atas rata-rata dunia dengan nilai pemenuhan 81,15 persen.

Dengan kata lain, Indonesia menempati peringkat 55 dari 191 negara berdasarkan hasil audit keselamatan penerbangan oleh ICAO. “Tahun sebelumnya Indonesia berada di peringkat 151, meloncati 90 negara. Ini luar biasa sehingga kami merasa terhormat ketika Kementerian Perhubungan berperan menentukan rute penerbangan HELICITY,” kata Denon menambahkan.

Sesungguhnya program HELICITY sejalan dengan program pemerintah yang menjadi prioritas Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pariwisata yang menerapkan strategi 3A yakni Airlines-Airport, Air Navigation dan Authorities sebagai perencanaan membangun konektivitas udara.

Kementerian Pariwisata, misalnya, mengajak brand-brand di seluruh Tanah Air berpartisipasi mempromosikan pariwisata Indonesia melalui co-branding partnership. Caranya dengan menggunakan brand Indonesia yaitu Wonderful Indonesia (untuk pasar global) dan brand Pesona Indonesia Indonesia (untuk pasar domestik). Whitesky Aviation melalui HELICITY merupakan salah satu yang terlibat dalam program tersebut.

Brand Wonderful Indonesia/Pesona Indonesia kini kian melejit ketika kinerja brand-brand pesaing regional justru menurun.

Brand Wonderful Indonesia praktis tidak dikenal di dunia pada 2013 karena berada di posisi 70 dalam Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) yang dikeluarkan oleh World Economic Forum (WEF). Pada tahun 2015 peringkat Indonesia naik pesat di posisi 50 dari total 141 negara, dan 2017 naik 8 peringkat ke posisi 42 dunia.

Sektor pariwisata memiliki hubungan yang erat dengan moda transportasi. Whitesky dengan 30 unit helikopter yang secara bertahap beroperasi di seluruh wilayah Indonesia, dinilai siap mendukung program konektivitas pariwisata itu. Terlebih HELICITY menerapkan sistem pembayaran per flight yang digunakan. Dengan begitu, HELICITY bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat dan menyerap pasar yang lebih luas

Kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada 2016 sudah mencapai 12 juta orang. Dengan catatan, rata-rata perputaran uang untuk satu wisatawan nusantara bisa mencapai Rp 1,2 juta dan wisman USD 1200 per kunjungan. Angka tersebut hingga pertengahan tahun kemarin diakui telah mencapai setengah dari target Kementerian Pariwisata.

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *